5 Alasan yang Melatarbelakangi Keyakinan Tim Prabowo Jika Tarif Rendah Efektif Genjot Tax Ratio

5 Alasan yang Melatarbelakangi Keyakinan Tim Prabowo Jika Tarif Rendah Efektif Genjot Tax Ratio

Konsultan Pajak Jakarta – Wakil Ketua Dewan Kerhormatan dari PAN, Dradjad Wibowo menyebut jika Calon Presiden dan wakil presiden No. urut 2, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno mengatakan jika strategi untuk dapat menggenjot tax rasio pajak hingga naik sebanyak 16% merupakan penerapan tarif pajak rendah. Strategi tersebut diambil dari gagasan serta observasi ekonom Tunisia yakni Ibnu Khaldun.

“Ada pun inti observasi yang dilakukan oleh Ibnu Khaldun adalah di awal dinasti akan diperoleh penerimaan perpajakan besar dari penilaian maupun tarif rendah. Sedangkan di akhir nanti, penerimaan perpajakannya rendah yang asalnya dari tarif tinggi” kata Dradjad.

Dradjad lebih lanjut memaparkan jika setidaknya terdapat 5 alasan mengapa beliau meyakini jika penerapan gagasan-gagasan ini bisa memberikan dampak positif yakni  menaikan basis serta rasio pajak di tanah air.

  1. Dapat Membantu Mengurangi Profit Shifting

Salah satu penyebab dari rendahnya ratio pajak adalah maraknya profit shifting atau pemindahan keuntungan dari perusahaan pada negara dengan menggunakan tarif pajak yang lebih rendah dari Indonesia.

“Pada umumnya, mereka akan membuat perusahaan perdagangan di negara, sehingga keuntungan terbesarnya adakan ada di sana” Bila tarif pajak dibuat jauh lebih kompetitif, maka para pengusaha akan merasa dirugikan lalu mereka akan melakukan profit shiting, karena baik biaya transaksi, kepatuhan dan administrasi dan lainnya jadi lebih mahal daripada pajak yang dihemat.

  • Mengurangi Prektek Korupsi

Tingginya tarif pungutan pajak terlalu tinggi yang membuat WP lebih senang untuk melakukan korupsi, kolusi bahkan nepotisme bersama para aparat pajak maupun hakim pengalidan pajak. Karena biaya menyogok aparat dinilai jauh lebih murah daripada membayar pajak.

  • Kampanye Kesadaran Pajak Jauh Lebih Efektif

Dengan adanya tarif pajak rendah, maka kampanye kesadaran untuk membayar pajak jadi lebih bak. Sama halnya dengan penegakan aturan perpajakan.

  • Negara Lain Berhasil Membuktikan

Tarif pajak yang berlaku di Indonesia memang relative tidak kompetitif tidak terkeculai ketika dibandingkan dengan negara tetangga.

  • Bisa Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

Penurunan pajak ke posisi maksimal tentunya akan membantu memacu pertumbuhan ekonomi sampai 6%.