izin PKRT, sertifikat produksi PKRT, izin edar alat kesehatan

Inilah Alur Pengajuan Izin PKRT Selama Pandemi

Selama masa pandemi pengajuan sertifikat produksi PKRT (Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga), terutama alat kesehatan yang terkait Covid-19 dipermudah. Semua alur pembuatan dilakukan secara online. Hal itu membuat kebutuhan alkes yang begitu tinggi, bisa dipenuhi dengan cepat.

Hal ini juga berdampak positif terhadap industri alat kesehatan yang mampu tumbuh meski kondisi ekonomi sedang terpuruk. Bahkan, masih banyak yang mempertanyakan bagaimana cara mendapatkan izin PKRT tersebut.

Nah, berikut ini alur dalam pengajuan sertifikat PKRT tersebut.

Registrasi di Aplikasi SERALKES

Selain di dalam aplikasi, pendaftaran juga bisa dilakukan langsung di website sertifikasialkes.kemkes.go.id. Namun, sebelum melakukan registrasi pastikan terlebih dulu pengisian data di Online Single Submission (OSS). Terutama bagian NIB, KBLI yang sesuai PKRT, Izin Operasional/Komersial (IOK), dan data proyek.

Registrasi ini dilakukan dengan menggunakan email, dan nantinya pelaku usaha akan mendapatkan username dan password. Untuk password akan diberikan dalam waktu 24 jam.

Submit Dokumen

Setelah proses registrasi selesai dengan mendapatkan username dan password, langkah selanjutnya adalah mengisi semua data dan lampiran dokumen yang diminta. Penuhi semua persyaratan tersebut sesuai petunjuk yang disediakan.

Tidak lengkapnya data akan membuat pengajuan ditolak. Karena itulah Anda harus melengkapi semua data dan dokumen yang dibutuhkan.

Evaluasi Administrasi dan Dikeluarkannya Surat Perintah Bayar (SPB)

Data yang sudah dikirimkan dalam aplikasi atau website akan dievaluasi oleh tim evaluator dalam waktu maksimal 3 jam. Setelah itu, Anda akan mendapatkan SPB untuk Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Pembayaran PNBP

Setelah mendapat SPB, Anda harus segera membayarnya dengan jangka waktu pembayaran maksimal 7 hari. Setelah melakukan pembayaran segera upload bukti pembayaran dalam aplikasi.

Jika pembayaran atau upload melebihi waktu yang ditentukan, maka permohonan akan dibatalkan. Anda harus mengajukan permohonan ulang.

Evaluasi Ulang untuk Tambahan Data

Dibutuhkan data tambahan yang harus dilengkapi oleh pengusaha. Waktu yang diberikan untuk melengkapi data tambahan ini adalah 2 x 30 hari. Jika dalam waktu tersebut pelaku usaha tidak bisa memenuhi data yang diberikan, maka permohonan akan dibatalkan, dan harus mengajukan ulang.

Pengecekan Draft Sertifikat PKRT

Proses selanjutnya pelaku usaha akan mendapatkan draft sertifikat. Sebelum dicetak, Anda bisa memeriksanya terlebih dahulu, apakah ada kesalahan data atau tidak. Proses ini membutuhkan waktu selama 24 jam.

Penerbitan Sertifikat

Setelah semua proses dilewati, maka sertifikat izin edar alat kesehatan dan produksi PKRT ini akan ditandatangani secara digital. Anda bisa mengunduhnya sebagai dokumen sertifikat yang sah.

Itulah alur pembuatan sertifikat produksi dan izin edar PKRT yang khusus dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan RI saat pandemi. Pedoman ini masih terus berlaku selama masih ada pandemi.