macam macam minyak untuk memasak

Macam Macam Minyak untuk Memasak

Berbagai macam macam minyak untuk memasak. Baik untuk menggoreng, menumis, atau mencampur minyak saat memasak.

Minyak nabati yang biasa digunakan untuk memasak adalah minyak kelapa sawit, minyak zaitun, dan minyak kelapa.

Namun, ada banyak jenis minyak sayur lain yang bisa dan sering digunakan untuk memasak. Setiap jenis oli memiliki karakteristik yang berbeda-beda sehingga dapat disesuaikan dengan menggunakannya.

Macam Macam Minyak Untuk Memasak

macam macam minyak untuk memasak
Variety of 10 different edible oils

Berikut adalah jenis minyak yang dapat digunakan untuk memasak

1. Minyak zaitun

Minyak zaitun adalah minyak yang diperoleh dari ekstraksi zaitun. Ada dua jenis minyak zaitun yang biasa digunakan untuk memasak, yaitu minyak zaitun biasa dan minyak zaitun extra virgin.

Label extra virgin pada minyak zaitun menunjukkan bahwa minyak zaitun tidak dimurnikan dan oleh karena itu minyak jenis ini berkualitas tinggi.

Minyak zaitun dalam kuliner dapat digunakan sebagai minyak serbaguna dan sehat untuk dimakan langsung. Aromanya juga dapat mempengaruhi hasil masakan.

Namun, minyak zaitun memiliki titik asap yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan minyak lainnya. Jadi yang terbaik adalah memasak dengan minyak zaitun dengan api kecil dan sedang. Minyak zaitun extra virgin dianjurkan untuk digunakan sebagai saus salad.

2. Minyak kelapa

Minyak kelapa merupakan salah satu produk olahan kelapa. Suhu minyak kelapa akan lebih stabil dengan panas tinggi, sehingga minyak ini sangat cocok untuk memasak makanan dengan suhu yang sangat tinggi.

Minyak kelapa tidak akan berasap, ketika dipanaskan hingga suhu tinggi. Minyak kelapa yang harum juga dapat digunakan untuk bahan pembuatan kue.

Pembuatan minyak ini juga biasanya menggunakan mesin vco agar prosesnya lebih cepat.

3. Minyak sayur

Istilah “minyak nabati” digunakan untuk merujuk pada minyak apa pun yang berasal dari sumber sayuran Sebagian besar minyak nabati di pasaran adalah campuran minyak kanola, jagung, kedelai, safflower, kelapa sawit, dan bunga matahari.

Minyak nabati diperoleh dari bahan sayuran, kemudian diolah dan dimurnikan. Namun, sebagian besar minyak nabati yang dihasilkan berasal dari minyak kelapa sawit.

4. Minyak canola

Minyak canola berasal dari biji kanola. Jenis Minyak ini memiliki titik asap tinggi, yang berarti dapat digunakan untuk memasak dengan api besar.

5. Minyak alpukat

Minyak alpukat adalah minyak yang diperoleh dari alpukat tetapi tidak mengalami pemurnian.

Titik asap minyak alpukat tinggi, sehingga dapat digunakan untuk memasak dengan panas yang lebih tinggi seperti panggangan. Namun dianjurkan untuk minyak tumis.

6. Minyak bunga matahari

Minyak ini berasal dari olahan bunga matahari. Varian Minyak ini memiliki titik asap tinggi dan tidak memiliki rasa yang kuat. Ini berarti bahwa minyak ini dapat digunakan untuk menggoreng makanan. Minyak bunga matahari juga dapat digunakan sebagai alternatif minyak nabati.

7. Minyak kacang

Minyak kacang bisa berasal dari kacang- kacangan. Jenis Minyak kacang biasanya dibumbui dengan kacang yang kuat. Oleh karena itu, minyak ini cocok sebagai minyak tumis.

8. Minyak Kenari

Minyak ini memiliki titik asap rendah, sehingga tidak baik untuk memasak langsung dengan api. Namun dapat digunakan sebagai campuran makanan.

Anda dapat menggunakan minyak kenari sebagai penyebaran pancake, memotong buah dan es krim. Minyak kenari juga dapat ditambahkan ke susu busa untuk minuman kopi.

9. Minyak biji rami

Minyak biji rami kaya akan omega tiga dan memiliki titik asap yang sangat rendah. Jadi minyak ini tidak bisa digunakan untuk memasak dengan api langsung.

Jika Anda ingin menggunakan minyak biji rami ke dalam masakan Anda, Anda dapat menggunakannya untuk saus ekstra dingin. Pastikan untuk menyimpan minyak ini di tempat bersuhu rendah seperti di kulkas agar tidak mudah rusak.

10. Minyak wijen

Minyak ini berwarna coklat keemasan dan berbau harum. Kebanyakan Minyak wijen sering digunakan dalam masakan Cina karena rasanya yang kuat.

Minyak wijen memiliki titik asap yang tinggi sehingga dapat digunakan untuk resep memasak dengan panas tinggi. Sebagai variasi lain, minyak wijen juga dapat digunakan sebagai saus salad.

11. Minyak biji anggur

Minyak biji anggur paling baik digunakan untuk resep emulsi seperti saus dan mayones. Contoh Minyak ini cocok sebagai bahan untuk menumis dengan lowtemperatures.

Minyak biji anggur adalah produk sampingan dari pembuatan anggur. Biji anggur yang tidak digunakan, kemudian diolah menjadi minyak.

12. Minyak Jagung

Minyak untuk memasak yang selanjutnya adalah minyak jagung. Jenis Minyak jagung dibuat dari biji jagung, dengan titik asap yang tinggi membuatnya baik dijadikan minyak untuk digoreng.

Minyak jagung banyak digunakan sebagai minyak goreng di restoran cepat saji, hampir 70 persen restoran cepat saji membuat kentang goreng dengan minyak jagung. Minyak jagung juga digunakan untuk membuat margarin.