industri pengisi daya DC

Perbedaan Antara Aliran AC dan DC pada Listrik

Listrik dalam kehidupan sehari-hari sudah termasuk dalam kehidupan primer. Berdasarkan alirannya, listrik sendiri terbagi menjadi dua macam yakni arus listrik bolak balik (AC) dan arus listrik searah (DC).   

Namun dalam industri pengisi daya DC biasanya hanya menggunakan arus listrik DC atau Direct Current. Lalu apa saja perbedaan dari kedua aliran listrik ini? Perbedaannya cukup banyak, untuk mengetahui jawabannya silahkan simak pembahasan di bawah ini.

Perbedaan Antara Aliran AC dan DC

Sebagai pengguna dan sering memanfaatkan listrik, memang penting sekali untuk mengetahui perbedaan aliran AC dan DC. Berikut adalah perbedaannya selengkapnya beserta penerapannya:

1. Aliran Listrik AC

Aliran listrik AC atau Alternating Current merupakan aliran listrik dengan arah bolak balik atau cenderung kurang stabil. Cara kerjanya adalah sesuai perputaran kumparan dan memiliki kecepatan yang dapat disesuaikan.

Ada banyak sekali jenis komponen yang ada pada komponen AC yaitu induktor, resistor dan juga kapasitor. Sedangkan contoh penggunaan arus AC pada perangkat elektronik, yaitu penggunaan lemari pendingin, AC, lampu dan lain sebagainya.

2. Aliran Listrik DC

Aliran listrik DC atau Direct Current adalah arus listrik yang bersifat searah dengan penggunan yang cenderung stabil. Kelebihan dari arus DC ini yaitu bisa diisi ulang di industri pengisi daya DC, sehingga bisa dipindahkan dalam bentuk baterai atau aki.

Biasanya dihasilkan dari dinamo, baterai, pembangkit daya, tenaga surya dan lainnya. Selain itu, aliran listrik DC ini digolongkan menjadi 3 bagian, yakni sebagai berikut:

  • Arus listrik sekunder, contohnya seperti elemen alkaline, aki, dan lain sebagainya. Apabila keseimbangan potensial sudah tercapai, maka arus listrik sekunder bisa diisi dengan potensial kembali menggunakan setrum listrik.
  • Arus listrik primer, contohnya adalah baterai, elemen daniel, elemen vola dan lainnya. Apabila keseimbangan potensial tercapai maka tidak bisa diisi kembali karena komponen di dalamnya mengalami kerusakan.
  • Arus listrik mekanis, contohnya dinamo, stop kontak, dan generator.

Jika Anda sedang bingung mencari industri pengisi daya DC, maka bisa langsung pilih PMI Energy. Perusahaan ini selalu terbukti memberikan hasil terbaik dengan pelanggan yang tersebar di seluruh Indonesia. Kunjungi situs https://pmienergyindonesia.com/ sekarang juga.